<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Alan's &#187; Personal Development</title>
	<atom:link href="http://alansetiawan.wordpress.com/category/personal-development/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alansetiawan.wordpress.com</link>
	<description>Info Pipeline, Oppurtunities Oil &#38; Gas and Religion weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Aug 2009 14:40:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='alansetiawan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a3d806fe55073384b399e560a33ffb87?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Alan's &#187; Personal Development</title>
		<link>http://alansetiawan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alansetiawan.wordpress.com/osd.xml" title="Alan&#8217;s" />
		<item>
		<title>Menerima Kritik di Tempat Kerja</title>
		<link>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/11/13/menerima-kritik-di-tempat-kerja/</link>
		<comments>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/11/13/menerima-kritik-di-tempat-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 12:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mramlans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alansetiawan.wordpress.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Menerima Kritik di Tempat Kerja
 
Walaupun Anda bekerja dalam tim, terkadang ada pekerjaan yang harus dijalankan sendiri tanpa campur tangan rekan kerja. Hasil kerja Anda umumnya membutuhkan masukan dari rekan kerja atau atasan untuk mengetahui kesalahan apa yang perlu diperbaiki atau kekurangan yang harus ditambahkan. Tentunya tidak semua masukan dari anggota tim akan diikuti, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=386&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Menerima Kritik di Tempat Kerja</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Walaupun Anda bekerja dalam tim, terkadang ada pekerjaan yang harus dijalankan sendiri tanpa campur tangan rekan kerja. Hasil kerja Anda umumnya membutuhkan masukan dari rekan kerja atau atasan untuk mengetahui kesalahan apa yang perlu diperbaiki atau kekurangan yang harus ditambahkan. Tentunya tidak semua masukan dari anggota tim akan diikuti, karena sebagai pelaksana dari pekerjaan tersebut, Andalah yang paling mengetahui kritik atau saran mana yang bisa diaplikasikan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Terkadang ada anggota tim yang menyampaikan komentar yang tidak mengenakkan. Terdengar negatif, sehingga Anda menganggapnya sebagai kritik. Bentuk kritik apapun, baik membangun atau menjatuhkan, membutuhkan keterampilan dan cara tersendiri agar Anda tetap dapat melihatnya sebagai masukan yang dapat memberikan kontribusi baik bagi hasil kerja Anda.<span id="more-386"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Berikut ini adalah cara bijaksana menghadapi kritikan mengenai hasil kerja Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">1. Terima kenyataan bahwa Anda tidak sempurna.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Kesalahan adalah hal yang jamak terjadi. Siapkan diri Anda bahwa rekan kerja akan memberikan kritikan terhadap hasil kerja Anda. Yang perlu Anda lakukan adalah meminimalisir error dalam pekerjaan Anda dan mengantisipasi setiap kesalahan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">2. Antisipasi setiap kritik dengan bertanya pada diri sendiri, apa yang bisa saya pelajari dari kritik ini?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Apa yang bisa saya pelajari dari kritikan terhadap hasil kerja saya? Setiap kali darah Anda mulai mendidih karena kritikan pedas rekan kerja, ajukan pertanyaan ini ke diri Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">3. Perhatikan kritik dengan seksama.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Hal ini untuk menghindari kesalahan yang sama di masa yang akan datang. Catat masukan mereka dan perbaiki kesalahan tersebut. Jangan berpikir bahwa harga diri Anda akan jatuh karena mengakui kesalahan Anda, namun patut di ingat bahwa yang terpenting adalah memberikan yang terbaik bagi perusahaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">4. Don’t take it personally and be positive.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Kritik pedas rekan kerja terhadap hasil kerja Anda tidak berarti bahwa dia tidak menyukai Anda secara pribadi atau menganggap Anda tidak kompeten melakukan tugas Anda. Rekan Anda hanya ingin Anda melakukan yang terbaik dan terus meningkatkan performa kerja Anda. Ingatlah bahwa yang dikritik adalah hasil kerja bukan Anda secara pribadi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">5. Jangan hanya fokus dengan kritik negatif.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Orang mempunyai kecenderungan untuk hanya mendengar hal-hal negatif dan tidak menghiraukan hal positif yang sesungguhnya bisa diambil dari kritik tersebut. Buka pikiran Anda dan temukan hal positif dari setiap kritik rekan kerja maupun atasan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">6. Analisa setiap kritik yang datang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Anda membutuhkan waktu untuk memproses setiap kritik. Keputusan ada ditangan Anda, apakah Anda menerima kritikan tersebut dan memperbaiki hasil kerja Anda atau bahkan tidak melakukan apa-apa. Namun, jika kritikan yang sama mulai sering terdengar, perhatikanlah. Ada kemungkinan bahwa memang hasil pekerjaan Anda tidak cukup baik. Jika demikian, perbaiki cara kerja Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">7. Acuhkan jika kritik tersebut tidak membangun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">ika Anda menerima kritik yang tidak membangun bahkan cenderung menjatuhkan, tidak ada cara yang lebih baik selain mengacuhkannya. Kritikan yang tidak membangun akan melukai rasa percaya diri Anda yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja dan produktifitas Anda sebagai karyawan. Bagaimana contoh kritikan destruktif? Pemakaian kata-kata seperti bodoh, goblok atau kata yang bisa melemahkan rasa percaya diri adalah contoh kritikan yang patut diabaikan. Secara umum kritikan seperti ini tidak akan meningkatkan performa kerja Anda sebagai karyawan. (JobsDB.com)<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Remember! :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Yang membuat Anda tersinggung adalah karena Anda meletakkan harga diri Anda di atas penampilan Anda, baik itu prestasi, kekayaan, jabatan atau apapun juga yang sifatnya fana. Sebaliknya, jika Anda meletakkan rasa berharga Anda di atas apa adanya diri Anda sebagai manusia ciptaan Tuhan yang tidak kekal, Anda tidak akan mudah tersinggung dan berlapang dada ketika menerima kritik.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alansetiawan.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alansetiawan.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alansetiawan.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alansetiawan.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alansetiawan.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alansetiawan.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alansetiawan.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alansetiawan.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alansetiawan.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alansetiawan.wordpress.com/386/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=386&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/11/13/menerima-kritik-di-tempat-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mramlans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cintai Pekerjaan Anda</title>
		<link>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/11/13/cintai-pekerjaan-anda/</link>
		<comments>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/11/13/cintai-pekerjaan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 11:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mramlans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alansetiawan.wordpress.com/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Cintai Pekerjaan Anda
 
Pernahkah Anda merasa ketika bangun di pagi hari, Anda merasa sangat malas untuk memulai hari Anda? Membayangkan pekerjaan yang menumpuk, boss yang menyebalkan, suasana kantor yang tidak nyaman membuat Anda semakin enggan meninggalkan tempat tidur.
 
Anda tidak sendiri. Menurut penelitian yang di lakukan di Amerika, sekitar 1 juta orang setiap harinya berpura-pura [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=383&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;">Cintai Pekerjaan Anda</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pernahkah Anda merasa ketika bangun di pagi hari, Anda merasa sangat malas untuk memulai hari Anda? Membayangkan pekerjaan yang menumpuk, boss yang menyebalkan, suasana kantor yang tidak nyaman membuat Anda semakin enggan meninggalkan tempat tidur.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Anda tidak sendiri. Menurut penelitian yang di lakukan di Amerika, sekitar 1 juta orang setiap harinya berpura-pura sakit agar tidak harus ke kantor. Bahkan ada penelitian yang menyatakan bahwa 87% karyawan tidak menyukai pekerjaan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Selain masalah finansial yang masih jadi faktor no 1, fakta bahwa mencari pekerjaan adalah hal yang sulit, apalagi di tengah kondisi ekonomi dan dunia usaha dalam negeri yang seringkali mengalami pasang surut, menambah daftar alasan Anda harus bertahan dengan pekerjaan yang tidak Anda cintai.<span id="more-383"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Confucious, seorang filsuf Cina yang terkenal pernah mengatakan bahwa “Choose a job you love and you will never have to work a day in your life” . Namun pada kenyataannya menemukan pekerjaan yang dicintai dan pada saat yang sama juga bisa memenuhi kebutuhan hidup Anda bukan pekerjaan yang mudah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Jika saat ini masih terasa sulit untuk menemukan pekerjaan yang Anda cintai dan impikan, Anda sebenarnya bisa belajar untuk mencintai pekerjaan yang telah Anda miliki. Berikut ini adalah cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk belajar mencintai pekerjaan Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">1. Cari faktor penyebab Anda tidak mencintai pekerjaan Anda dan perbaikilah. Jika penyebabnya adalah beban kerja yang terlalu banyak, delegasikan pekerjaan Anda. Gaji Anda terlalu kecil? Ajukan kenaikan gaji atau pikirkan pekerjaan tambahan yang bisa menambah penghasilan. Rekan kerja yang menjengkelkan? Ampunilah, namun tentu saja tetap bersikap professional. Jika mereka membawa suasana negatif, tinggalkanlah mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">2. Walau terdengar sulit, namun cobalah untuk bersyukur. There is always silver lining for everything .Setidaknya Anda tidak termasuk di dalam 9,43 juta jiwa pengangguran yang ada di Indonesia saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">3. Temukan cara untuk tumbuh dan berkembang di perusahaan. Jadikan promosi sebagai target karir Anda dan pelajari keahlian baru yang bisa meningkatkan nilai Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">4. Beranikan diri Anda untuk menerima tanggung jawab baru dan ciptakan hal-hal baru di pekerjaan Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">5. Lebih bersosialisasi dan kenali lebih dekat rekan kerja bahkan atasan Anda. Terkadang dari orang sekitar Anda justru bisa mendapatkan pelajaran dan hal lain yang berharga.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">6. Temukan hal-hal positif dari kepemimpinan bos Anda. Bos Anda tidak jadi atasan Anda jika ia tidak memiliki kelebihan. Buat hal-hal yang bisa dijadikan pelajaran berada di bawah kepemimpinannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">7. Ingatlah bahwa Anda tidak harus terus bertahan melakukan pekerjaan yang Anda tidak cintai. Namun di saat yang sama, ketimbang mengeluh dan meratapi nasib Anda, lebih baik Anda menemukan cara untuk meraih pekerjaan dan karir impian Anda dan juga belajar mencintai pekerjaan yang telah Anda miliki saat ini. (JobsDB.com)<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="background:lime none repeat scroll 0;font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Remember! :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="background:lime none repeat scroll 0;font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Beberapa orang bermimpi untuk sukses, sementara beberapa orang bangun dan bekerja keras untuk mewujudkannya. So, let’s do it now!</span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alansetiawan.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alansetiawan.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alansetiawan.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alansetiawan.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alansetiawan.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alansetiawan.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alansetiawan.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alansetiawan.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alansetiawan.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alansetiawan.wordpress.com/383/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=383&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/11/13/cintai-pekerjaan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mramlans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Personal Brand</title>
		<link>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/06/27/personal-brand/</link>
		<comments>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/06/27/personal-brand/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 05:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mramlans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alansetiawan.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[
Personal Brand
by Franz Dirgantoro – Country Manager Jobstreet.com
 
Tulisan edisi lalu saya menulis tentang employer brand dan rasanya tidak fair kalau sekarang tidak dibahas masalah personal brand. Keduanya berkaitan dan saling menunjang. Yang satu melihat betapa pentingnya perusahaan membangun employer brand yang bertujuan untuk mempertahankan dan merekrut super talented employee dan tulisan sekarang melihat bagaimana kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=15&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:small;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Personal Brand</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:8pt;font-family:Tahoma;">by Franz Dirgantoro – Country Manager Jobstreet.com</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tulisan edisi lalu saya menulis tentang employer brand dan rasanya tidak fair kalau sekarang tidak dibahas masalah personal brand. Keduanya berkaitan dan saling menunjang. Yang satu melihat betapa pentingnya perusahaan membangun employer brand yang bertujuan untuk mempertahankan dan merekrut super talented employee dan tulisan sekarang melihat bagaimana kita sebagai individu perlu membangun brand untuk diri kita sendiri dan kita merupakan CEO dan brand manager untuk diri kita sendiri. Tujuannya supaya talen kita sebagai individu dikenal orang dan perusahaan untuk meningkatkan value kita dan organisasi. <span id="more-15"></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;"><font size="3"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Perusahaan sangat mengerti betapa pentingnya branding dan oleh karena itu mereka berani meng-investasikan untuk itu. Dalam globalisasi seperti sekarang ini, personal branding menjadi penting juga, mengingat persaingan datang dari negara lain seperti Malaysia, Singapura dan India. Kalau kita tidak mempunyai personal branding yang kuat, maka yang dapat terjadi adalah meskipun kemampuan kita sama atau lebih dibanding dengan “expatriate” tetapi gajinya mungkin saja lebih rendah. Sama halnya dengan produk, kita tidak membeli kopinya, melainkan membeli starbucks-nya atau tidak membeli sepatu olahraganya melainkan membeli Nike misalnya. Meskipun ada sepatu yang lebih baik dari Nike tetapi dijual dengan merek Franz, maka orang lebih memilih membeli Nike. Memang dalam keseharian, personal branding juga dikaitkan dengan community branding yang melekat dengan personal orang tersebut, seperti misalnya alumni universitas tertentu, asal negara atau asal perusahaan dapat mempersepsikan orang tersebut. Ada perusahaan konsultan besar yang terkenal, misalnya, di dalamnya mempunyai soft asset yang istimewa seperti karyawan yang cerdas, motivasi tinggi dan mempunyai talen sehingga keluaran dari perusahaan tersebut dapat dibayar mahal di perusahaan lain. Baik atau buruknya persepsi dapat diubah dan diciptakan pada saat kita mengelola brand kita sendiri. Dalam hal ini betapa pentingnya intangible asset yang namanya brand ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Belum lagi di era teknologi informasi seperti sekarang, personal branding dapat membantu banyak hal. Dalam hal e-mail misalnya. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kita sering kali menerima email dan menghapusnya sebelum dibaca, karena kita menganggap email tersebut tidak penting. Begitu juga dengan sms. Kalau kita sudah memiliki personal branding yang kuat, bisa dipastikan bahwa email atau sms yang kita kirim tidak akan dihapus sebelum dibaca. Kalau dari keseharian, kita dapat menyebut dan mengenal orang-orang yang mempunyai personal brand yang kuat. Sebut saja Rhenald Khasali sebagai pakar di bidang manajemen atau Roy Suryo sebagai pakar telekomunikasi, misalnya. Nama mereka sudah dapat diasosiasikan dengan keahlian tertentu. Personal Branding seperti inilah yang kita perlu bangun untuk menjadikan kita lebih mempunyai value.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Brand seperti apa yang perlu dibangun? Jawabnya sederhana, yaitu brand yang terpercaya dan dibangun berdasarkan reputasi. Kalau kita seorang sales executive, tentu saja reputasi dilihat dari banyak aspek diantaranya adalah bagaimana kita mencapai target dan membina hubungan dengan pelanggan, misalnya. Seorang pemimpin dilihat dari bagaimana organisasi menjadi lebih berkembang dengan cara-cara yang benar, misalnya. Seperti sudah disebut sebelumnya, brand berkaitan dengan persepsi sehingga reputasi yang kita bangun seyogyanya selaras dengan persepsi yang akan kita bangun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tantangan kita sekarang adalah bagaimana kita memulai memasarkan brand kita? Banyak sekali cara tentang hal ini. Salah satunya sudah dibahas dalam edisi bulan lalu tentang online networking dan memang online networking merupakan tools yang efektif untuk membangn personal brand. Cara lainnya, misalnya, kalau kita senang menulis, coba kirimkan artikel ke media. Dalam hal ini tidak harus dimulai dengan media yang berskala nasional. Kita dapat memulai dengan media lokal atau komunitas kecil dulu. Kalau untuk mahasiswa, misalnya, dapat juga menulis di media kampus. Atau kalau kita senang sebagai public speaker, dapat dimulai dengan memberi seminar, mengajar, menjadi asisten atau lainnya. Tulisan, seminar, email yang kita kirim, dan lainnya diharapkan mencerminkan hal-hal yang berkaitan dengan brand kita. Cara-cara komunikasi yang disebutkan di atas tentu saja tidak memerlukan biaya besar tetapi dapat menciptakan word of mouth marketing, seperti halnya networking melalui teman, kolega, klien maupun customers. Yang tidak kalah pentingnya juga adalah aktif mengikuti organisasi profesi dan juga alumni.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Apapun profesi kita, personal brand perlu dibangun dan dikelola oleh diri kita sendiri. Kedudukan atau jabatan menjadi tidak signifikan lagi andai saja kita sudah mempunyai brand yang kuat karena hal itu akan mengikuti dengan sendirinya. Personal brand dapat menjadi intangible asset yang sangat bernilai seperti halnya cocacola, pepsi col, Mc Donald dan masih banyak lagi. Selamat dan sukese membangun brand.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p></font></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alansetiawan.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alansetiawan.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alansetiawan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alansetiawan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alansetiawan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alansetiawan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alansetiawan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alansetiawan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alansetiawan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alansetiawan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alansetiawan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alansetiawan.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=15&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/06/27/personal-brand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mramlans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Personal Branding</title>
		<link>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/06/27/personal-branding/</link>
		<comments>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/06/27/personal-branding/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 05:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mramlans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alansetiawan.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Personal Branding
Franz Dirgantoro – Jobstreet.com
Personal branding merupakan persepsi, pendapat atau kesan seseorang terhadap kita. Tantangan menjadi karyawan adalah bagaimana menciptakan persepsi yang sesuai dengan yang kita inginkan. Banyak hal yang kelihatannya sepele tetapi dapat mempengeraruhi personal brand seseorang. Sebagai contoh, seorang karyawan yang sering terlambat tiba di kantor, secara tidak langsung membuat citra terhadap diri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=9&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Personal Branding<br />
Franz Dirgantoro – Jobstreet.com</p>
<p>Personal branding merupakan persepsi, pendapat atau kesan seseorang terhadap kita. Tantangan menjadi karyawan adalah bagaimana menciptakan persepsi yang sesuai dengan yang kita inginkan. Banyak hal yang kelihatannya sepele tetapi dapat mempengeraruhi personal brand seseorang. Sebagai contoh, seorang karyawan yang sering terlambat tiba di kantor, secara tidak langsung membuat citra terhadap diri sendiri sebagai tidak disiplin atau malas. Personal brand seperti ini akan mempersulit karyawan tersebut untuk meningkatkan kariernya di perusahaan. Hal-hal yang positif yang dilakukan karyawan yang sudah mempunyai personal brand yang negatif, bisa saja menjadi tidak terlihat. Begitu juga sebaliknya, kalau kita sudah dapat menciptakan personal brand yang baik dan positif, maka segala urusan akan menjadi lebih mudah.<span id="more-9"></span><br />
Untuk memperoleh personal brand yang baik pertama-tama yang dibutuhkan adalah “produk” yang baik. Produk di sini dapat berupa keahlian, attitude, penampilan, cara bicara dan tentu saja yang tidak kalah penting adalah reputasi. Setelah itu, diperlukan cara mengkomunikasikan reputasi atau produk tersebut. Dalam hal komunikasi ini terdapat banyak caranya seperti misalnya menulis artikel, menjadi pembicara, mengajar, terlibat dalam organisasi profesi, memiliki online networking atau blog dan sebagainya. Tentu saja kegiatan kiat tersebut perlu dikaitkan dengan talenta dan kesukaan kita. Seseorang yang lebih senang menulis akan lebih memilih menulis artikel dan yang senang sebagai pembicara akan memilih menjadi pembicara.</p>
<p>Dalam persaingan seperti sekarang, personal brand perlu dimiliki sedini mungkin sehingga hal ini dapat mempermudah kita dalam mencari kerja dan mengembangkan karier kita. Personal brand merupakan asset pribadi yang sangat berharga. Selamat menciptakan personal.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alansetiawan.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alansetiawan.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alansetiawan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alansetiawan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alansetiawan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alansetiawan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alansetiawan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alansetiawan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alansetiawan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alansetiawan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alansetiawan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alansetiawan.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=9&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/06/27/personal-branding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mramlans</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>