<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Alan's &#187; Info</title>
	<atom:link href="http://alansetiawan.wordpress.com/category/info/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alansetiawan.wordpress.com</link>
	<description>Info Pipeline, Oppurtunities Oil &#38; Gas and Religion weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Aug 2009 14:40:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='alansetiawan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a3d806fe55073384b399e560a33ffb87?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Alan's &#187; Info</title>
		<link>http://alansetiawan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alansetiawan.wordpress.com/osd.xml" title="Alan&#8217;s" />
		<item>
		<title>Makanan Sehat Berkhasiat Obat</title>
		<link>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/10/20/makanan-sehat-berkhasiat-obat/</link>
		<comments>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/10/20/makanan-sehat-berkhasiat-obat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 09:28:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mramlans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alansetiawan.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Makanan Sehat Berkhasiat Obat
Rabu, 15 Oktober 2008 &#124; 18:31 WIB
MAKANAN yang kita nikmati sehari-hari pada dasarnya dapat berfungsi sebagai obat untuk mengurangi atau mencegah penyakit. Berikut ini keluhan dan jenis makanan yang bisa Anda gunakan sebagai obat:
Sakit kepala? Makan ikan. Minyak ikan membantu mencegah sakit kepala. Begitu  pula jahe yang mampu mengurangi peradangan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=254&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Makanan Sehat Berkhasiat Obat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Rabu, 15 Oktober 2008 | 18:31 WIB</span></p>
<p><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">MAKANAN </span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">yang kita nikmati sehari-hari pada dasarnya dapat berfungsi sebagai obat untuk mengurangi atau mencegah penyakit. Berikut ini keluhan dan jenis makanan yang bisa Anda gunakan sebagai obat:</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;">Sakit kepala? </span></strong>Makan ikan. Minyak ikan membantu mencegah sakit kepala. Begitu  pula jahe yang mampu mengurangi peradangan dan rasa sakit.</p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;">Insomnia (Tidak bisa tidur?)</span></strong> Madu! Gunakan madu sebagai penenang. <span id="more-254"></span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"><br />
<strong><span style="font-family:Verdana;">Asma?</span></strong> Makan bawang bombay. Bawang melegakan gangguan pada saluran tenggorokan.</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;">Encok?</span></strong> Juga makan ikan! Salmon, tuna, mackerel dan sardine  dapat mencegah radang sendi.</p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;">Gangguan perut? </span></strong>Pisang, jahe! Pisang membuat nyaman perut. Jahe akan mencegah mual di pagi hari.<br />
<strong><br />
<strong><span style="font-family:Verdana;">Infeksi kandung kemih?</span></strong></strong> Minum jus cranberry. Asam tinggi pada jus cranberry sanggup mengendalikan bakteri perusak.</p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;">Keluhan tulang?</span></strong> Makan nanas! Tulang retak dan osteoporosis dapat dicegah oleh mangan yang terdapat pada nanas.<br />
<strong><br />
<strong><span style="font-family:Verdana;">Gangguan ingatan? </span></strong></strong>Makan tiram. Tiram membantu memperbaiki fungsi mental dengan memasok banyak zinc sesuai yang dibutuhkan.</p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;">Demam? </span></strong>Makan bawang putih. Bawang putih sanggup meringankan kepala yang berat akibat demam.</p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;">Batuk-batuk?</span></strong> Gunakan cabai merah! Sejenis kandungan yang sama sebagaimana terdapat pada sirup obat batuk juga ditemukan pada cabai merah. Gunakan cabai merqah dengan hati-hati karena bisa membuat perut sakit.</p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;">Kanker payudara? </span></strong>Gandunm, bekatul, dan kobis membantu memelihara estrogen hingga tingkat yang cukup untuk sehat.</p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;">Kanker paru? </span></strong> Makan sayur-mayur berwarna hijau tua dan oranye serta kacang merah. Beta-karoten yang banyak ditemui pada sayur-mayur berwana hijau tua dan oranye merupakan penagkal kanker yang ampuh.<br />
<strong><br />
<strong><span style="font-family:Verdana;">Diare?</span></strong></strong> Makan apel. Parut  sebuah apel beserta kulitnya, biarkan warnanya berubah menjadi cokelat, dan makanlah untuk menyembuhkan diare.</p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;">Tekanan darah tinggi?</span></strong> Makan seledri dan minyal zaitun. Minyak zaitun sudah terbukti mampu menurunkan tekanan darah. Seledri mengandung zat yang juga menurukan tekanan darah itu.<br />
<strong><br />
<strong><span style="font-family:Verdana;">Ketidakseimbangan gula darah?</span></strong></strong> Makan brikoli dan kacang. Chromium dalam brokoli dan kacang membantu mengatur insulin dan gula darah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alansetiawan.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alansetiawan.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alansetiawan.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alansetiawan.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alansetiawan.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alansetiawan.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alansetiawan.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alansetiawan.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alansetiawan.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alansetiawan.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=254&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/10/20/makanan-sehat-berkhasiat-obat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mramlans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waspadai Bahaya Radiasi Ponsel pada Anak</title>
		<link>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/10/20/waspadai-bahaya-radiasi-ponsel-pada-anak/</link>
		<comments>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/10/20/waspadai-bahaya-radiasi-ponsel-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 09:15:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mramlans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alansetiawan.wordpress.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Waspadai Bahaya Radiasi Ponsel pada Anak
Senin, 22 September 2008 &#124; 14:19 WIB
ORANGTUA harus berpikir dua kali sebelum memenuhi permintaan anaknya yang masih duduk di sekolah dasar memiliki telepon genggam. Sebab, menurut sebuah penelitian, menggunakan telepon genggam sejak dini mempunyai risiko jangka panjang untuk kesehatan mereka.
Para peneliti di National Radiology Protection Board, Inggris, mengatakan, radiasi elektromagnetik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=251&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Waspadai Bahaya Radiasi Ponsel pada Anak</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:7pt;font-family:Verdana;">Senin, 22 September 2008 | 14:19 WIB</span></p>
<p><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">ORANGTUA</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> harus berpikir dua kali sebelum memenuhi permintaan anaknya yang masih duduk di sekolah dasar memiliki telepon genggam. Sebab, menurut sebuah penelitian, menggunakan telepon genggam sejak dini mempunyai risiko jangka panjang untuk kesehatan mereka.</p>
<p>Para peneliti di National Radiology Protection Board, Inggris, mengatakan, radiasi elektromagnetik yang dihasilkan dari telepon gengam dapat merusak DNA dan mengakibatkan tumor otak. Orangtua seharusnya tidak memberikan telepon genggam pada anak-anak yang berusia 8 tahun atau di bawahnya sebagai tindakan pencegahan gangguan radiasi dari alat-alat tersebut. </span><span id="more-251"></span><br />
<span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"><br />
“Ketika Anda menggunakan telepon genggam, 70-80 persen energi radiasi yang dipancarkan dari antena telepon itu diserap oleh kepala. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan, potensi dampak negatif dari penyerapan radiasi jangka panjang yang dipancarkan oleh telepon genggam. Sayangnya, hanya sedikit penelitian yang memfokuskan pada anak-anak,” ungkap Prof Henry Lai dari University of Washington, AS, seperti dikutip <em><span style="font-family:Verdana;">web MD Health. </span></em></p>
<p>Prof Henry mengatakan, efek radiasi pada anak-anak sangat mengkhawatirkan karena otak yang masih berkembang sangat mungkin terkena radiasi. Tumor otak biasanya berkembang selama 30 sampai 40 tahun. Anak-anak yang menggunakan telepon genggam sejak remaja akan mempunyai periode waktu yang lebih panjang sebelum terlihat dampaknya.</p>
<p>“Kita tidak tahu apakah anak-anak lebih mudah terkena radiasi,&#8221; katanya sambil menyarankan agar orang-orang menggunakan <em><span style="font-family:Verdana;">headset </span></em>guna menjauhkan antena dari kepala. <strong><span style="font-family:Verdana;">(adi)</span></strong></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alansetiawan.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alansetiawan.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alansetiawan.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alansetiawan.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alansetiawan.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alansetiawan.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alansetiawan.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alansetiawan.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alansetiawan.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alansetiawan.wordpress.com/251/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=251&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/10/20/waspadai-bahaya-radiasi-ponsel-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mramlans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Pola Pengasuhan Anak di Jepang</title>
		<link>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/10/20/belajar-dari-pola-pengasuhan-anak-di-jepang/</link>
		<comments>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/10/20/belajar-dari-pola-pengasuhan-anak-di-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 08:53:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mramlans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alansetiawan.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Belajar Dari Pola Pengasuhan Anak di Jepang
 
Jumat, 26 September 2008 &#124; 04:34 WIB
Di sebuah shopping arcade di pusat kota Kyoto, saat sedang menikmati segelas cappucino sambil mengamati orang berbelanja, tiba-tiba saya dikejutkan suara keras tangisan anak kecil. Rupanya ada  gadis kecil berumur 4 tahunan tersandung dan jatuh. Lututnya berdarah. Kami heran ketika melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=243&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Belajar Dari Pola Pengasuhan Anak di Jepang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Jumat, 26 September 2008 | 04:34 WIB</span></p>
<p><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Di sebuah shopping arcade di pusat kota Kyoto, saat sedang menikmati segelas cappucino sambil mengamati orang berbelanja, tiba-tiba saya dikejutkan suara keras tangisan anak kecil. Rupanya ada  gadis kecil berumur 4 tahunan tersandung dan jatuh. Lututnya berdarah. Kami heran ketika melihat respons ibunya yang hanya berdiri sambil mengulurkan tangan ke arah gadis kecilnya tanpa ada kemauan untuk segera meraih anaknya. Cukup lama. Beberapa menit adegan ini berlangsung. Si ibu tetap sabar dan keras hati untuk menunggu anaknya menyelesaikan sendiri rasa shock dan sakitnya. Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya si gadis kecil mulai berusaha berdiri lagi, dan dengan bantuan kecil tangan ibunya dia kembali berdiri. Masih sambil terisak-isak  ia pun berjalan lagi. </span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
Dalam benak saya waktu itu, kok tak punya hati ibu si gadis kecil ini? Tega membiarkan anaknya dalam kondisi kesakitan. Ingatan langsung terbang ke Indonesia. Jika kejadian yang sama terjadi di Kota Jakarta ataupun Yogyakarta, saya yakin si ibu pasti akan langsung meraih dan menggendong untuk menenangkan anaknya.</span><span id="more-243"></span></p>
<p>Dari adegan itu, bisa kita bayangkan perbedaan cara pengasuhan anak Jepang dan anak Indonesia. Dari pengamatan saya selama hampir setahun tinggal di Jepang, anak Jepang cenderung dibiasakan dari kecil untuk mengatasi berbagai kesulitan sendiri, sementara anak Indonesia selalu disediakan asisten untuk mengatasi kesulitannya. Babysitter atau pembantu rumah tangga pun tidak ada dalam kebiasaan keluarga-keluarga di Jepang. Sebaliknya di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan lain-lain kehadiran mereka wajib ada sebagai asisten keluarga maupun sebagai asisten anak-anaknya.<br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
Dalam sebuah studi perbandingan yang dilakukan oleh Heine, Takata dan Lehman pada tahun 2000 yang melibatkan responden dari mahasiswa Jepang dan mahasiswa Kanada dinyatakan bahwa mahasiswa Jepang lebih tidak peduli dengan inteligensi dibandingkan orang Kanada. Hal ini disebabkan orang Jepang lebih menghargai prestasi didasarkan pada usaha keras daripada berdasarkan kemampuan inteligensi. Artinya, bagi orang Jepang kemauan untuk menderita dan berusaha keras menjadi nilai yang lebih penting daripada kemampuan dasar manusia seperti inteligensi.</span></p>
<p>Dalam keseharian dengan mudah kita dapat menyaksikan mereka selalu berjalan dalam ketergesaan karena takut kehilangan banyak waktu, disiplin dan selalu bekerja keras. Suasana kompetitif dan kemauan untuk menjadi yang lebih baik (yang terbaik) sangat menonjol. Studi ini juga menemukan bahwa orang Jepang memiliki budaya kritik diri yang tinggi, mereka selalu mencari apa yang masih kurang di dalam dirinya. Untuk kemudian mereka akan segera memperbaiki diri.</p>
<p>Lain lagi Indonesia, yang saat ini terjebak dalam kesalahan umum di mana hasil akhir menjadi segala-galanya. Hasil akhir lebih dihargai dibandingkan usaha keras. Tengok saja kompetisi yang terjadi dari anak usia sekolah tingkat SD hingga perguruan tinggi untuk mendapatkan nilai kelulusan yang tinggi. Guru, orang tua maupun masyarakat umum selalu menekan anak untuk mendapatkan nilai kelulusan yang tinggi,  sehingga mereka pun menghalalkan segala cara. Kita baca di koran polisi menangkap para guru karena berlaku curang dalam ujian nasional, sementara di tempat lain orang tua membeli soal ujian, siswa menyontek dan lain sebagainya.</p>
<p>Pola pengasuhan ini, pada gilirannya pasti berperan besar dalam pembentukan karakter anak dalam perkembangan berikutnya. Oleh karenanya, memberi kesempatan seluas-luasnya pada anak untuk mengembangkan semua potensinya adalah satu prinsip dasar dari satu pola pengasuhan yang sangat baik bagi pembentukan karakter anak.  Orang tua, asisten, atau pun orang yang lebih dewasa jangan mengambil alih tanggung jawab anak.</p>
<p>Sebagai contoh, beri kesempatan pada anak untuk belajar makan secara benar dengan tangannya sendiri sejak dia mampu memegang sendok. Jangan diambil alih hanya karena alasan akan membuat kotor. Atau beri kesempatan pada anak untuk menghadapi dunia sekolah pertama kali tanpa banyak intervensi dari pengasuh maupun orang tua. Memberi rasa aman pada anak memang penting jika diberikan pada saat yang tepat. Tetapi menunggui anak selama dia belajar di sekolah adalah pemberian rasa aman yang tidak perlu. Momen ini adalah momen penting bagi anak untuk belajar menghadapi dunia di luar rumah tanpa bantuan langsung orang-orang di sekitarnya.</p>
<p>Pengalaman anak merasa mampu menghadapi persoalan dengan kemampuannya sendiri akan menumbuhkan kepercayaan diri. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya membatasi diri hanya menjadi partner diskusi yang membantu anak menemukan berbagai kemungkinan solusi. Orang tua kadang harus berteguh hati membiarkan anak mengalami rasa sakit, menderita, dan rasa tertekan dalam isi dan porsi yang tepat, karena hal itu akan sangat baik untuk perkembangan mental anak.</p>
<p>Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang siap menghadapi tantangan hidup dan tidak mudah menyerah. Hargai anak bukan dari hasil akhirnya melainkan dari proses perjuangannya. Anak perlu diberi pembelajaran (dan juga orang tua perlu belajar) untuk  bisa menikmati dan menghargai proses, meskipun proses seringkali tidak nyaman.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
<strong>Dr. Christina Siwi Handayani, Staf Pengajar Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alansetiawan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alansetiawan.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alansetiawan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alansetiawan.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alansetiawan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alansetiawan.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alansetiawan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alansetiawan.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alansetiawan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alansetiawan.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=243&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/10/20/belajar-dari-pola-pengasuhan-anak-di-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mramlans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memahami Luka Batin</title>
		<link>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/10/20/memahami-luka-batin/</link>
		<comments>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/10/20/memahami-luka-batin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 08:43:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mramlans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alansetiawan.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Memahami Luka Batin
Minggu, 19 Oktober 2008 &#124; 13:58 WIB
Oleh : Kristi Poerwandari, Psikolog
Bayangkan Anda seorang anak kecil berusia delapan tahun, di panas terik berjalan kaki cukup jauh pulang sendiri dari sekolah. Anda kesepian, kelelahan, dan kehausan. Begitu sampai rumah Anda berlari masuk, menarik gelas dari meja makan, tanpa sengaja menjatuhkannya.
Ayah atau ibu kaget, menghampiri dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=241&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Verdana;">Memahami Luka Batin</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Minggu, 19 Oktober 2008 | 13:58 WIB</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-weight:normal;font-family:Verdana;">Oleh :</span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> Kristi Poerwandari, Psikolog</span></strong></p>
<p>Bayangkan Anda seorang anak kecil berusia delapan tahun, di panas terik berjalan kaki cukup jauh pulang sendiri dari sekolah. Anda kesepian, kelelahan, dan kehausan. Begitu sampai rumah Anda berlari masuk, menarik gelas dari meja makan, tanpa sengaja menjatuhkannya.</p>
<p>Ayah atau ibu kaget, menghampiri dengan tubuh tegang. Bukannya menunjukkan kekhawatiran, mereka mulai memaki-maki. Mengguncang dan memukul Anda: ”Dasar goblok. Anak tidak tahu diuntung! Selalu bikin masalah. Itu gelas bagus tahu?! Hari ini kamu dihukum tidak dapat makan siang!!” Mungkin Anda sangat ketakutan, tegang, dan bingung, sementara badan terasa sakit akibat pukulan.</p>
<p>Dengan gerakan kacau, Anda mulai memunguti pecahan gelas, mungkin begitu paniknya sehingga tangan tertusuk dan berdarah. Ayah atau ibu sama sekali tak peduli, tegak berdiri penuh kebencian.<span id="more-241"></span><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
Luka akibat tertusuk pecahan kaca mungkin sembuh dalam waktu singkat, tetapi luka batin? Bila mengalami hal di atas, mungkin kita akan menghayati begitu banyak perasaan negatif: takut, bingung, kesepian, sedih, marah, dan menyesali diri, merasa bodoh, tak berdaya, mungkin juga sangat marah dan benci kepada orangtua yang telah berlaku tidak adil. Kita juga akan merasa sangat malu karena orangtua melakukan hal begitu buruk dan karena kita diperlakukan demikian buruk.</span></p>
<p>Trauma psikologis adalah suatu kejadian yang menghadapkan kita pada ancaman genting yang <em><span style="font-family:Verdana;">overwhelming</span></em>, berdampak pada tergoncangnya keseimbangan. Ketika itu terjadi, kapasitas menyelesaikan masalah dari otak kehilangan kemampuan mengendalikan situasi. Kekagetan dan ketakutannya dapat sangat melumpuhkan, apalagi bila dibarengi sakit fisik.</p>
<p>Luka batin akibat perlakuan orang terdekat sering lebih menghancurkan. Apalagi bila itu terjadi berulang.</p>
<p>Psikoanalisis mampu menjelaskan rinci betapa perlakuan buruk dari orang terdekat sejak masa awal kehidupan dapat menghantui hingga masa dewasa. Luka batin yang tak terobati mungkin menghancurkan kepercayaan kita kepada orang lain. Luka batin juga sering menghancurkan kepercayaan kita kepada diri sendiri (”Apakah aku cukup baik untuk dicintai?; ”Adakah yang sungguh-sungguh peduli kepadaku?”)</p>
<p>Luka batin mencerabut jangkar psikologis atau akar terdalam dari rasa aman manusia. Bagaimana orang merespons luka batinnya?</p>
<p>Tergantung karakteristik kepribadian, sosialisasi yang diterima, dan keseluruhan konteks hidupnya. Rasa marah mungkin terbawa hingga dewasa. Sikap menghukum dari orangtua diadopsi dalam bentuk mudahnya individu marah dan menghukum pasangan hidup atau anak. Atau rasa tidak aman yang kuat menyebabkan kita membentengi diri akibat takut dilukai.</p>
<p>Ada yang jadi sinis, punya kebutuhan berlebihan tak pernah terpuaskan akan seks, kekuasaan, prestise, dan lainnya. Intinya, hal-hal itu menjadi kompensasi ketidakyakinan kita sungguh-sungguh pribadi berharga dan patut dicintai.</p>
<p>Luka batin dalam komunitas juga berdampak bervariasi. Proses psikologis seperti generalisasi dan pembakuan stereotipe dapat menggulirkan ribuan masalah lebih lanjut.</p>
<p>Pengalaman buruk langsung maupun tak langsung (yang dilihat dan didengar) dengan kelompok tertentu (polisi, perempuan, guru, orang kaya, individu dengan karakteristik fisik tertentu) dapat mengental dalam ingatan dan berpengaruh terhadap perilaku kita.</p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;">Membangun kebahagiaan</span></strong></p>
<p>Berikut cuplikan surat seorang gadis, sebut saja Cinta, di Jakarta, yang penuh luka batin akibat tindakan orangtua sejak masa kecil dia.</p>
<p>”Mbak, aku melakukan kesalahan lagi. Ibuku tadi marah-marah ke tukang yang sedang merenovasi rumah. Aku takut mereka dendam kepada Ibu dan malah kenapa-kenapa, jadi Ibu ku tenangkan. Eh, malah aku dimarahi habis-habisan. Katanya aku sok tahu, sok mengatur, durhaka. Mama teriak-teriak, lempar barang hampir kena ke kepalaku. Aku dituduh sengaja bikin Mama jadi stres supaya Mama masuk rumah sakit jiwa…. Aku tertekan banget, aku nangis berjam-jam. Kalau sudah begini, aku jadi ingin menghubungi lagi mantan pacarku. Tetapi, jangan khawatir Mbak, aku tahu itu bukan penyelesaian yang baik. Jadi, aku mau tidur dulu saja. Capekkkk.” (Dia baru putus pacaran dengan laki-laki beristri dan mulai menyadari hubungan tersebut tidak memberi manfaat apa pun bagi dia).</p>
<p>Dalam surat lain, dia menulis: ”Mbak, aku tidak mau jadi orang yang sama seperti ayah-ibuku yang penuh kepahitan dan menyakiti anak-anaknya. Aku sakit hati sekali kepada mamaku, sampai sekarang belum bisa ku hilangkan. Aku tahu sumber kekacauan emosi ibuku: ia bertahan hidup 32 tahun dengan suami kasar, sering menghina dan main tangan. Tadi ku dengar ayah maki-maki ibuku: ’Goblok kamu, anjing, mampus!’ Aku ingin menyayangi diriku sendiri. Pakai ukuranku sendiri dalam memahami diri sendiri, bukan ukuran orang lain, bukan ukuran mamaku atau papaku yang menganggap aku kurang pintar, kurang membanggakan, kurang cantik, kurang kaya, dan entah apa lagi.”</p>
<p>Ia akan terus bertahan di bidang kerjanya yang tidak disukai orangtua karena gajinya tidak sebanyak yang mereka harapkan. Ia juga akan melihat sisi-sisi positif dirinya, tidak dirontokkan komentar menyakitkan orangtua (”Kalau kamu gayanya begitu, enggak akan ada cowok mau. Paling yang datang orang-orang goblok, tukang porot, yang mau ambil duit kamu!”). Meski sulit, Cinta sedang berusaha keras membangun rasa cinta kepada diri sendiri dan tampaknya akan berhasil.</p>
<p>Bagaimanapun, mencegah jauh lebih mudah daripada mengobati. Bayangkan bila anak yang memecahkan gelas secara tak sengaja itu dihampiri orangtuanya yang khawatir, kemudian memeluknya, menenangkan, dan membantu membersihkan pecahan kaca. Ketakutan dan kekagetan anak akan berganti dengan kelegaan, perasaan terlindungi, terbasuh kasih sayang.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alansetiawan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alansetiawan.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alansetiawan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alansetiawan.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alansetiawan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alansetiawan.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alansetiawan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alansetiawan.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alansetiawan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alansetiawan.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=241&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/10/20/memahami-luka-batin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mramlans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buat Yang Suka Donat</title>
		<link>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/08/23/donat-terawet/</link>
		<comments>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/08/23/donat-terawet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 08:22:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mramlans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alansetiawan.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Dari http://www.beingdad.net/?p=21

Karena dijawil-jawil, terpaksa deh simpanan saya yang se dian ya akan saya publikasikan November depan, saya publikasikan sekarang: percobaan donat terawet!!!Sebenarnya percobaan donat saya asal mulanya t ida k sengaja. Suatu saat istri saya membelikan donat Dunkin buat anak saya yang TK. Ditaruh di meja makan, masih dalam kantong kertas Dunkin, terus lupa dimakan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=188&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dari <a href="http://www.beingdad.net/?p=21">http://www.beingdad.net/?p=21</a></p>
<p><a href="http://smg.photobucket.com/albums/v689/Degliano/?action=view&amp;current=donut9bulan_web.jpg" target="_blank"><img style="margin:10px 20px 20px;" src="http://img.photobucket.com/albums/v689/Degliano/donut9bulan_web.jpg" border="0" alt="donut donut tahan lama" width="300" height="225" align="top" /></a></p>
<p>Karena dijawil-jawil, terpaksa deh simpanan saya yang se dian ya akan saya publikasikan November depan, saya publikasikan sekarang: percobaan donat terawet!!!Sebenarnya percobaan donat saya asal mulanya t ida k sengaja. Suatu saat istri saya membelikan donat Dunkin buat anak saya yang TK. Ditaruh di meja makan, masih dalam kantong kertas Dunkin, terus lupa dimakan. Kira-kira seminggu kemu dian baru donat ini ‘ditemukan’ lagi.<span id="more-188"></span><br />
Yang mengejutkan adalah donatnya masih utuh, t ida k berjamur, glaze/gulanya juga masih cantik, hanya rotinya sedikit lebih keras meski masih bisa digigit/dikunyah.Sejak itu tiap kali ada donat gratisan atau dekat-dekat toko donat saya menyisakan 1/membeli 1 untuk percobaan.Metoda percobaannya juga sederhana, t ida k ilmiah benar:<br />
- donat diambil dari kemasan asli, saya masukkan ke kantong plastik bekas label Tom &amp; Jerry<br />
- kantong dilipat t ida k distaple (udara masih bocor, memberi kesempatan busuk)<br />
- kemu dian saya beri label tanggal perolehan donat<br />
- saya biarkan di kabinet kerja saya di ruang terbuka, t ida k disimpan khusus di kulkas<br />
- ruangan kantor pada jam kerja berpendingin, lewat jam kerja, sabtu &amp; minggu tanpa pendingin ruangan<br />
- sesekali ditengok dan dipotret.Terlampir foto donat, keadaan terakhir.Berikut beberapa hal mengejutkan yang saya peroleh, urut berdasarkan awetnya.<br />
1. Donat JCo, dibeli 26 Nov 2007 sampai sekarang masih empuk dan t ida k berjamur. Glaze (taburan gula) di atasnya sudah lumer lama tapi penampilan masih tetap oke. Kalau saja saya tega memberikan donat ini pada anak jalanan, pasti kemakan, wong bentuk dan tekstur masih donat koq.<br />
2. Donat Dunkin, dibeli 26 Nov 2007 sampai sekarang t ida k berjamur dan hanya berubah agak keras. Glaze (gula) warna merah jambunya sudah menempel di plastik, tapi rotinya masih empuk membal. Yang berpengalaman makan donat tahu bahwa ini donat sudah beberapa hari, tapi siapa sangka sudah  9 bulan.<br />
3. Donat Country Style saya peroleh 19 Nov 2007 sampai sekarang t ida k berjamur, berubah keras sekali. Glazenya masih tetap cantik tapi karena keras, t ida k bisa digigit.<br />
4. Donat Q-Biq perolehan 13 Jun 2008, rusak glazenya dan muncul jamur pada rotinya dalam jangka kurang dari 1 minggu Meskipun masih berbentuk segi 4 (sesuai identitas q-biq) tapi dari penampilan yang rusak dan berjamur, sudah t ida k layak makan. Yang mengherankan, meski berjamur, donat ini t ida k habis dimakan jamurnya (lihat no. 6 di bawah).<br />
5. Donat iCrave, perolehan 22 Jan 2008, rusak glaze dan rotinya berjamur dalam 2 (atau 3 hari). Selain berjamur, juga timbul bau yang t ida k sedap bukti proses pembusukan. Beda dengan Q-Biq yang berjamur tapi rotinya masih relatif berbentuk kotak, roti donat iCrave juga mulai hancur meski t ida k semuanya hancur.<br />
6. Donat kentang Fresco, beli 24 Feb 2008, hancur lebur dalam 2 hari. Dalam 1 minggu massa yang tersisa dari donat ini sangat sedikit, plastiknya melepes. Ini donat yang dijual di ITC BSD di kedai kecil-kecil seputar food court. Harganyapun paling murah, kalau t ida k salah rp 3000 / buah dan pilihannya cuma 1 macam itu.<br />
Yang belum saya coba karena beberapa alasan (belum ada yang memberi / tempatnya jauh / belum nemu tokonya) dian taranya donat Krispy Kreme, donat Jesslyn Cake, American Donut dll dari toko roti lain.<br />
Catatan: saya t ida k kenal dengan satupun dengan pemilik/pegawai dian tara merk donat yang saya sebutkan di atas, juga saya t ida k punya masalah/dendam dengan salah satu pemilik merk diatas. Jadi percobaan ini murni d ida sari keingintahuan dipicu dari donat Dunkin yang awet seminggu. Kenyataannya ternyata Dunkin ada temannya, malah ada yang lebih hebat.<br />
Setiap kali ada penambahan donat, saya buat fotonya + koran Kompas edisi hari itu, supaya ada bukti. Foto yang saya lampirkan ini adalah foto terbaru. Sampai saat ini sampel donat ini belum saya buang.<br />
Ada salah seorang teman dari salah satu kontraktor di kantor yang mengikuti percobaan saya dari awal, dan tertarik juga melihat kenyataan donat awet ini. Dia memuatnya di <a href="http://veganlion13.blogspot.com/2008/08/dognuts.html">http://veganlion13.blogspot.com/2008/08/dognuts.html</a><br />
Gerai donat iCrave di Pacific Place tempat saya membeli sampel ini sudah berbulan-bulan tutup. Saya t ida k tahu apakah donat merk Fresco masih ada di ITC. Tapi adalah menyedihkan bahwa donat yang termasuk bagus (berjamur dengan cepat) ternyata tokonya juga cepat gulung tikar.<br />
Adakah yang bisa menerangkan kenapa JCo bisa awet empuk begitu? Pelajaran apa yang bisa ditarik?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alansetiawan.wordpress.com/188/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alansetiawan.wordpress.com/188/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alansetiawan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alansetiawan.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alansetiawan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alansetiawan.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alansetiawan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alansetiawan.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alansetiawan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alansetiawan.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alansetiawan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alansetiawan.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=188&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/08/23/donat-terawet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mramlans</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.photobucket.com/albums/v689/Degliano/donut9bulan_web.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">donut donut tahan lama</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>