<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Alan's &#187; Success Stories</title>
	<atom:link href="http://alansetiawan.wordpress.com/category/entrepreneurship/success-stories/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alansetiawan.wordpress.com</link>
	<description>Info Pipeline, Oppurtunities Oil &#38; Gas and Religion weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Aug 2009 14:40:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='alansetiawan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a3d806fe55073384b399e560a33ffb87?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Alan's &#187; Success Stories</title>
		<link>http://alansetiawan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alansetiawan.wordpress.com/osd.xml" title="Alan&#8217;s" />
		<item>
		<title>Engineer yang Entrepreneur</title>
		<link>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/07/02/engineer-yang-entrepreneur/</link>
		<comments>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/07/02/engineer-yang-entrepreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 06:03:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mramlans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Success Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alansetiawan.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Engineer yang Entrepreneur
 
Beberapa tahun terakhir ini sangat terasa pergejolakkan ekonomi rakyat Indonesia, terutama yang masuk dalam area kelas menenggah ke bawah. Naiknya BBM (Bahan Bakar Minyak) menjadikan sektor lain secara otomatis merambat naik, ditambah lemahnya sistem infrastruktur perdagangan Indonesia yang dikuasai oleh para pedagang yang berduit dengan mental HAZARD yang jauh dibawah manusiawi apalagi Islami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=58&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Engineer yang Entrepreneur</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Beberapa tahun terakhir ini sangat terasa pergejolakkan ekonomi rakyat Indonesia, terutama yang masuk dalam area kelas menenggah ke bawah. Naiknya BBM (Bahan Bakar Minyak) menjadikan sektor lain secara otomatis merambat naik, ditambah lemahnya sistem infrastruktur perdagangan Indonesia yang dikuasai oleh para pedagang yang berduit dengan mental HAZARD yang jauh dibawah manusiawi apalagi Islami (memang bukan orang Islam, apalagi mau Islami). Kesulitan ekonomi dan perdagangan membuat sebagian orang berani melakukan yang berbau HARAM.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span> </span>Tentunya dalam kondisi seperti ini kita membutuhkan pemimpin yang arif dan berani memberantas orang-orang yang kurang moral ini dan melindungi rakyat yang selalu menjadi obyek penderitaan. Juga para muslim yang kuat dari pengusaha-pengusaha bermental Islami dan memajukan umat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> <span id="more-58"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Perjalanan waktu kita bisa menemukan beberapa pengusaha yang punya mental dagang yang Islami dan punya visi membangun umat. Secara tak sengaja saya pernah bertemu dan kenal dekat dengan beberapa orang, yang semulanya sebagai engineer disuatu perusahaan konstruksi ternama di Indonesia, punya jabatan bagus dan tentunya gaji yang cukup.. beusaar tentunya (paling tidak ukuran saya looo&#8230; ).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Terlahir dari keluarga mapan dan berada, dibekali otak cemerlang, sehingga dalam karier bisa mencapai Project Manajer pada usia dibawah 38 tahun. Dibalik penampilannya yang kalem dengan janggut yang sudah panjang, saya sempat menebak ini ada hubungan dengan Habib-habib di Indonesia, yang sekarang sedang marak bermasalah dengan suatu perkumpulan pembela suatu aliran tertentu. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Wingdings;"><span>J</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Setelah kurang lebih 15 menit, baru dia curhat tentang kepuasan seorang Project Manajer hanya sangat terbatas dalam proyek dan kantor. Karena sudah melewati masa-masa menjadi site engineer dan site manager jadi begitu tahu kehidupan proyek yang sudah digeluti hampir 12 tahun. Berjauhan hidup dari keluarga, 3 anak perempuan yang masih lucu-lucunya dan akan menjadi aset keluarga untuk menuju surga. Membuat keinginan untuk membagi waktu dengan keluarga bertambah besar. Keinginan ini ditidak lanjuti dengan rasa ingin membantu sesama yang kesulitan dalam kehidupan, melihat anak yatim piatu yang banyak meminta sumbangan.. ingin dijadikan potensi umat yang mandiri dan bisa membantu sesama. Dalam perjalanan dari Makassar ke Surabaya, di Bandara Makassar melihat suatu buku franchis Indonesia, dibaca selama perjalan. Ditindak lanjuti dengan telephone, tidak berapa lama nego dan terjadilah bisnis franchis, setelah melewati proses pemilihan tempat dan pembayaran franchisnya (35 juta diwaktu itu).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tiga bulan pertama, masa-masa yang menunggu dan bersabar dengan melihat perkembangan usaha yang ditangani keluarga (tentunya Istri yang menjadi tumpuan, karena kesibukkan menangani proyek). Keluar masuknya pegawai juga menjadi masalah, akhirnya dapatlah seorang keluarga yang membutuhkan pekerjaan dan penghasilan.. dibina, dididik, dijadikan seorang pembuat dan penjual. Dengan rasa yang khas dan memang enak, penjualan semakin meningkat, omzet semakin banyak dan pelanggan semakin banyak. Tidak terasa 1 (satu) tahun telah lewat, sudah terlewati break open point (modal) menjadi 50 jt. Penjualan terus meningkat, buka lagi dua jenis yang sama dengan royalti lebih murah, dengan rasa optimis dan keberanian serta naluri pebisnis, lahan 250 meter persegi disewa, tangan yang masih terampil mendesain tataletak kios dengan bahan yang biasa kalau boleh dikatakan murah, tapi sentuhan arsitek yang baik, jadilah kios-kios pujasera yang artistik dan menarik. Tekad dan keyakinan “Allah SWT pasti akan menolong niat baik untuk menjadikan orang lain menjadi lebih baik”, membuat tekad, keberanian dan kepercayaan diri meningkat. Membuat solusi setiap kesulitan dan masalah di Pujasera terpecahkan&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Semoga menjadi semakin besar dan menjadi bagian umat yang selalu memberikebahagian orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tahun 2002 – 2005, seorang teman (jauh lebih senior dari saya) dengan background <strong><em>System Engineer</em></strong> bekerja sebagai karyawan kontrakan di perusahaan pesawat di Brasil. <span> </span>Seorangnya yang tawadhu dengan 2 (dua) anak dan istri seorang Aeronatics Engineer, sepulang dari Brasil, kembali bekerja di perusahaan Industri Pesawat di Bandung. Karena perusahaan pada waktu itu masih terkena imbas krisis ekonomi yang berkelanjutan ditambah manajemen yang belum bener-bener bangkit, membuat keberanian menjadi seorang entrepreneur keluar dengan pasti. Diawali pembelian kios dilantai 4 Pasar Baru Bandung, yang waktu itu baru selesai dan masih banyak yang kosong., dari tabungan hasil menjadi JOB SHOPPER di Brasil selama 3 tahun. Awalnya menjual pakaian muslim, dengan keyakinan ini akan menjadi lebih baik. Diawali Istri mengundurkan diri dari kantor yang selama ini menjadi lahan untuk menghasilkan uang untuk keluarga. Uang tandakasih dari perusahaan disewakan dua kios didekat kios yang dibeli, jadilah 3 kios yang ada. Mulai buka toko buku-buku Islami. Perkembangan penjualan meningkat dan toko-toko mulai menampakkan pemasukkan nyata dan membutuhkan penghasilan, beliau berani mengambil keputusan untuk keluar dari kantor yang sudah 25 tahun lebih menjadi sumber penghasilan selama ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Karyawan dan karyawati berpakaian muslim dan muslimah menjadikan seperti dakwah yang terbuka, dengan senyum dan keramahan pelayanan. Orang-orang muda ini diberi kebebasan untuk berkreasi dan mandiri dalam menggelola usaha, sehingga nantinya akan menjadi pengusaha-pengusaha berikutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Enam bulan setelah itu, keterima sebagai Job shopper di Swiss sebagai System Aeronatics. Berangkatlah ke Swiss dan bekerja selama 1 tahun disana. Setelah habis kontrak, uang tabungan kembali diinvestkan untuk membeli/menyewa kios sebagai tambahan di Pasar Baru Bandung. Saya lupa berapa lama setelah itu sebagai JOB SHOPPER pula ke Turki selama 1 tahun, dan uangnya kembalikan lagi untuk membeli/menyewa kios, jadi sekarang kios/toko yang sudah dimiliki/sewa menjadi 12, dengan beberapa bidang usaha, pakaian muslim, cindera mata haji, buku-buku islami dan konsumsi kesehatan yang islami. Subahanallah, seorang yang berpikiran sederhana untuk menjadikan orang menjadi lebih berguna dan bermanfaat sehingga bisa mandiri. Akhirnya membawa kesuksesan dunia, semoga juga akhiratnya. Amin..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Ini share saya, semoga kita bisa menjadi sebagian lagi Umat Islam yang bebas dari kukungan waktu, bisa memaknai orang lain dalam beribadah. Tidak salah dalam satu ayat menyatakan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">“Muslim yang kuat lebih dicintai Allah SWT daripada Muslim yang lemah..”</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Salam kebebasan, semoga jadi salah satu wawasan kita berani menggambil kesempatan menjadi pengusaha.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alansetiawan.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alansetiawan.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alansetiawan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alansetiawan.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alansetiawan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alansetiawan.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alansetiawan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alansetiawan.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alansetiawan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alansetiawan.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alansetiawan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alansetiawan.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=58&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/07/02/engineer-yang-entrepreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mramlans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SOICHIRO HONDA</title>
		<link>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/06/28/soichiro-honda/</link>
		<comments>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/06/28/soichiro-honda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 01:57:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mramlans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Success Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alansetiawan.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada kendaraan bermerek Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merek kendaran ini memang selalu menyesaki padatnya lalu lintas. Karena itu barangkali memang layak disebut sebagai raja jalanan.
 
Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri kerajaan bisnis Honda &#8212; Soichiro Honda &#8212; selalu diliputi kegagalan saat menjalani [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=29&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada kendaraan bermerek Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merek kendaran ini memang selalu menyesaki padatnya lalu lintas. Karena itu barangkali memang layak disebut sebagai raja jalanan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri kerajaan bisnis Honda &#8212; Soichiro Honda &#8212; selalu diliputi kegagalan saat menjalani kehidupannya sejak kecil hingga berbuah lahirnya imperium bisnis mendunia itu. Dia bahkan tidak pernah bisa menyandang gelar insinyur. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.<span id="more-29"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Saat merintis bisnisnya, Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun, ia terus bermimpi dan bermimpi. Dan, impian itu akhirnya terjelma dengan bekal ketekunan dan kerja keras. &#8221;Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya di sekitar mesin, motor dan sepeda,&#8221; tutur Soichiro, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengidap lever.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Kecintaannya kepada mesin, jelas diwarisi dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah. Di kawasan inilah dia lahir. Kala sering bermain di bengkel, ayahnya selalu memberi catut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906 ini dapat berdiam diri berjam-jam. Tak seperti kawan sebayanya kala itu yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain penuh suka cita. Dia memang menunjukan keunikan sejak awal. Seperti misalnya kegiatan nekad yang dipilihnya pada usia 8 tahun, dengan bersepeda sejauh 10 mil. Itu dilakukan hanya karena ingin menyaksikan pesawat terbang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bersepada memang menjadi salah satu hobinya kala kanak-kanak. Dan buahnya, ketika 12 tahun, Soichiro Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Sampai saat itu, di enaknya belum muncul impian menjadi usahawan otomotif. Karena dia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya selalu rendah diri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke kota, untuk bekerja di Hart Shokai Company. Bossnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja di situ, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, Saka Kibara mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Di Hamamatsu prestasi kerjanya kian membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya tak jarang hingga larut malam, dan terkadang sampai subuh. Yang menarik, walau terus kerja lembur otak jeniusnya tetap kreatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Kejeniusannya membuahkan fenomena. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik untuk kepentingan meredam goncangan. Menyadari ini, Soichiro punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Pada usia 30 tahun, Honda menandatangani patennya yang pertama. Setelah menciptakan ruji. Lalu Honda pun ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Mulai saat itu dia berpikir, spesialis apa yang dipilih ? Otaknya tertuju kepada pembuatan ring piston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada 1938. Lalu, ditawarkannya karya itu ke sejumlah pabrikan otomotif. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">memenuhi standar. Ring Piston buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu dan menyesalkan dirinya keluar dari bengkel milik Saka Kibara. Akibat kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal ring pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Siang hari, setelah pulang kuliah, dia langsung ke bengkel mempraktekkan pengetahuan yang baru diperoleh. Tetapi, setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah. &#8221;Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,&#8221; ujar Honda, yang diusia mudanya gandrung balap mobil. Kepada rektornya, ia jelaskan kuliahnya bukan mencari ijazah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan. Tapi dikeluarkan dari perguruan tinggi bukan akhir segalanya. Berkat kerja kerasnya, desain ring pinston-nya diterima pihak Toyota yang langsung memberikan kontrak. Ini membawa Honda berniat mendirikan pabrik. Impiannya untuk mendirikan pabrik mesinpun serasa kian dekat di pelupuk mata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Tetapi malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana kepada masyarakat. Bukan Honda kalau menghadapi kegagalan lalu menyerah pasrah. Dia lalu nekad mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Namun lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar, bahkan hingga dua kali kejadian itu menimpanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Honda tidak pernah patah semangat. Dia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, untuk digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Penderitaan sepertinya belum akan selesai. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik ring pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Akhirnya, tahun 1947, setelah perang, Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya akibat krisis moneter itu. Padahal dia ingin menjual mobil itu untuk membeli makanan bagi keluarganya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Dalam keadaan terdesak, ia lalu kembali bermain-main dengan sepeda pancalnya. Karena memang nafasnya selalu berbau rekayasa mesin, dia pun memasang motor kecil pada sepeda itu. Siapa sangka, sepeda motor&#8211; cikal bakal lahirnya mobil Honda &#8212; itu diminati oleh para tetangga. Jadilah dia memproduksi sepeda bermotor itu. Para tetangga dan kerabatnya berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Lalu Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobilnya, menjadi raja jalanan dunia, termasuk Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Semasa hidup Honda selalu menyatakan, jangan dulu melihat keberhasilanya dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. &#8221;ORANG MELIHAT KESUKSESAN SAYA HANYA SATU PERSEN. TAPI, MEREKA TIDAK MELIHAT 99 PERSEN KEGAGALAN SAYA,&#8221; tuturnya. Ia memberikan petuah, &#8221;KETIKA ANDA MENGALAMI KEGAGALAN, MAKA SEGERALAH MULAI KEMBALI BERMIMPI. DAN MIMPIKANLAH MIMPI BARU.&#8221; Jelas kisah Honda ini merupakan contoh, bahwa sukses itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, dan hanya berasal dari keluarga miskin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Sumber : </span><em><span style="font-size:8pt;font-family:Tahoma;">http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.baca&amp;id=4541</span></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alansetiawan.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alansetiawan.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alansetiawan.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alansetiawan.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alansetiawan.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alansetiawan.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alansetiawan.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alansetiawan.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alansetiawan.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alansetiawan.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alansetiawan.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alansetiawan.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alansetiawan.wordpress.com&blog=4075051&post=29&subd=alansetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alansetiawan.wordpress.com/2008/06/28/soichiro-honda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">mramlans</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>