Pipeline Site Survey
Dear All,
Dalam waktu yang lama belum sempat menulis dan berbagi cerita (setelah saya lihat hampir 2 tahun tidak mengupdate blog ini), saya minta maaf u/ beberapa temen yang sempat mampir ke blog ini dan tidak sempat di respond dengan baik. Setelah beberapa waktu ingin sekali saya berbagi kisah tentang sesuatu yang masih hangat dalam pikiran, seperti site survey, stress analysis (Caesar II) dan tentang pipeline installation (OffPIPE), baik yang berhubungan dengan pengalaman yang baru saja dilewati atau setelah berdiskusi di kelas dengan beberapa teman yang sedang belajar.
Pada kesempatan ini saya mencoba untuk berbagi pengalaman tentang Site Survey di onshore pipeline area. Semoga berguna untuk rekans yang baru bergabung sebagai pipeline engineer yang kemudian dapat tugas dari atasan atau kantor sebagai salah satu team survey ke lapangan. Memang masih banyak kekurangannya, paling tidak sebagai informasi awal untuk melakukan site survey.
Ada beberapa bagian yang harus dipersiapkan sebelum seorang pipeline engineer ke lapangan untuk survey, antara lain:
- Drawing Alignment sheets pipeline yang akan di survey
- Me-list lokasi2 crossing (road, river dan pipe crossing),
- Area-area yang mempengaruhi design à swampy area,
- ROW (right of way) yang ada,
- Memastikan (letak) adanya pipa existing sepanjang ROW,
- Tie-in lokasi
- List expansion loop jika pipeline-nya above ground.
Item-item di atas ini berhubungan langsung dengan design nantinya, sehingga data awal dan exact sangat di butuhkan, jika tingkatannya FEED (Front End Engineering Design), tentunya perkiraan awal design tidak kasar sekali atau masih mendekati kondisi yang ada, sehingga sangat berhubungan dengan cost, dan hasil design tidak terlalu besar juga tidak kurang, apalagi kurang sekali.
Beberapa concern pada saat site survey dilaksanakan.
1. Crossing
a. Road crossing
Concern yang harus diperhatikan dilapangan adalah cross section jalan yang akan di crossing. Sehingga mendapatkan info detail lebar jalan, bahu jalan, ditch, pipa existing jika ada dan lain-lainnya.
b. River crossing
Untuk mendapatkan cross section dari penampang sungai, jika di Detail Engineering sangat diperlukan sekali data bathymetry dari penampang sungai yang akan di crossing, sehingga perencanaan dan perhitungan design tidak meleset dengan kondisi aktual. Apalagi riks pada river ccrossing termasuk tinggi.
c. Pipe crossing
Pipa existing ini sangatlah penting, karena sangat berbahaya, apalagi jika pipa masih dalam kondisi aktif. Tentunya bisa mengakibatkan resiko ledakan dan kebakaran malah sampai memberhentikan sementara produksi minyak/atau gas, hal ini tidak hanya merugikan dari segi terhambatnya pekerjaan tapi nilai ekonomi yang cukup besar. Sehingga sangat dianjurkan pada saat konstruksi pipeline yang parallel dengan existing pipeline dengan manual dinging atau dengan alat berat setelah mengetahui jarak aman dengan pipa existing.
2. Swampy Area
Daerah lahan rawa yang tergenang pada saat hujan dan lembab dan bisa kering pada saat musim kering, sangat banyak terdapat diwilayah Indonesia, baik di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Papua dan Pulau Jawa.
Sangat dibutuhkan panjang dan akses alat berat juga kondisi saat survey, tentunya juga dibutuhkan data-data awal lainnya u/ mendesign dan mempertimbangkan konstruksi apa yang cocok u/ di daerah ini nantinya. Yang paling kita perhatikan adalah exisiting pipeline, sehingga kita bisa menempatkan pipa baru pada tempat yang pas dengan resiko yang rendah.
3. Right of Way sepanjang Pipeline Area.
Kondisi ROW pada saat survey sangat kita butuhkan, karena berhubungan langsung dengan kemungkinan Constructability dari pipeline yang kita design nanti, sehingga mendapatkan alternative pilihan Pipeline Route yang effective dari segi biaya maupun pelaksanaan dilapangan. Concern pada human density di area sepanjang ROW, public facility, contour of ROW, existing pipeline, ditch, creek dan lain-lainnya. Kadang kala ada ROW yang menyempit dan sudah tidak cukup lagi untuk pipeline baru, sehingga perlu pembebasan baru atau alternative lainnya.
Pernah saya mendapatkan info dari suatu perusahaan yang sedang menggerjakan proyek pipeline “menggeluh” karena tidak terdeteksinya jalan-jalan curam, malah ada jurang dan sangat susah untuk construction dan ini diketahui setelah proyek jalan, sehingga tidak terantipasi sebelumnya, padahal dengan ROW baru, seharusnya dengan data topography yang detail dan site survey awal ini sudah bisa terdeteksi lebih awal, dan selama proses design, kita bisa propose alternative route yang lebih memungkinkan untuk design dan construction di lapangan.
4. Existing Pipeline
Sudah disebutkan pada items 1 dan 3.
5. Tie-in Lokasi
Tie-in lokasi sangatlah penting, karena titik-titik ini merupakan tempat connection ke line piping atau tie-in dengan pipeline lain dimasa akan datang atau pipeline ini akan dikoneksi dengan pipeline dari jalur lainnya yang sudah ada lebih dahulu (existing).
6. Expansion Loop dimension dan support existing
Jika pipeline yang kita survey dan design kita nanti adalah above ground, maka sangat dimensi dari expansion loop dan support existing kita survey, baik dimensi maupun ukurannya.
Sehingga kita menjadi tau berapa support yang perlu ditambah dan seperti apa kira2 design expansion kita nanti (expansion loop sedemikan mungkin kita samakan stasiun yang ada dengan yang baru, apabila ada hal2 yang berhubungan dengan stress baik penambahan expansion loop dan lainnya, ini akan lebih cepat di ketahui.
Pada intinya kita ingin mendapatkan space dan bisa tidaknya di construct untuk pipeline yang akan kita design dan rencanakan.
Masih banyak yang perlu ditambahkan pada cerita singkat ini, semoga aja dapat diambil pelajaran dan hikmah didalamnya, kesempurnaan ilmu hanya datang dari Sang Maha Sempurna Allah Subhanallah Ta’Alla dan ketidak sempurnaan serta kesalahan dari hamba-Nya yang papa dan banyak lupa.
Silahkan tambahkan artikel yang bermanfaat kedalam blog ini untuk semakin menambah khazanah ilmu kita bersama.





